Berniat Ambil Buruan Biawak, Pelajar Asal Puger Hilang Terseret Arus Sungai Tanggul

Berniat Ambil Buruan Biawak, Pelajar Asal Puger Hilang Terseret Arus Sungai Tanggul

Redaksi
Sabtu, 17 Januari 2026


JEMBER
– Kabar-selatan.com
 Suasana akhir pekan di kawasan proyek pembangunan bendungan pelimpah Sungai Tanggul, Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, berubah mencekam. Seorang pemuda dilaporkan hilang tenggelam setelah terseret arus sungai yang cukup deras pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Korban teridentifikasi sebagai Iqbal Khoirul Anwar (19), seorang pelajar yang beralamat di Dusun Krajan RT 001 RW 019, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
 
 
Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban bersama rombongan yang berjumlah 13 orang berangkat dari rumah sekira pukul 10.00 WIB. Tujuan mereka adalah area bantaran Sungai Tanggul untuk melakukan perburuan biawak.
 
"Kelompok pemuda ini berniat melakukan kegiatan berburu (hunting) biawak di area bantaran Sungai Tanggul, tepatnya di sebelah Jembatan Merah Putih, Desa Paseban," ungkap AKP Sunarto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.


 


Setibanya di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan langsung menyisir tepian sungai. Tak lama kemudian, mereka berhasil melumpuhkan seekor biawak. Namun, karena hewan buruan tersebut berada di tengah aliran air, korban berinisiatif untuk mengambilnya secara langsung.
 

 
Naas bagi Iqbal, tindakannya berujung petaka. Sekira pukul 11.30 WIB, ia melompat ke dalam sungai bersama tiga rekan lainnya, yakni Adam, Ilham, dan Sandi. Kondisi arus sungai yang kuat di area proyek bendungan pelimpah tersebut ternyata sangat berbahaya.
 
"Korban melompat ke dalam sungai bersama tiga rekan lainnya. Nahas, arus sungai yang cukup kuat membuat Iqbal kesulitan mengendalikan diri. Sementara ketiga rekannya berhasil menyelamatkan diri ke tepi, korban justru terseret arus dan tenggelam," tambah AKP Sunarto.
 

 
Mendapat laporan adanya warga yang hanyut, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Koramil serta relawan kebencanaan. Personel Kepolisian Sektor Kencong bersama tim SAR dan warga sekitar langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran di titik-titik krusial aliran sungai.
 
Proses evakuasi dan pencarian menghadapi kendala teknis karena kedalaman air dan arus yang tidak menentu di sekitar lokasi pembangunan bendungan. Warga setempat juga tampak berjaga-jaga di sepanjang aliran sungai untuk membantu pemantauan secara visual.
 
Hingga berita ini disusun, status Iqbal Khoirul Anwar masih dinyatakan hilang. Pihak berwenang memastikan bahwa operasi pencarian akan diperluas dengan melibatkan Tim Basarnas jika kondisi cuaca mendukung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di aliran sungai, terutama di area konstruksi bendungan.(Red)