Enam Nelayan Asal Jember Hilang Kontak di Laut Selatan, Pencarian Terus Dilakukan

Enam Nelayan Asal Jember Hilang Kontak di Laut Selatan, Pencarian Terus Dilakukan

Redaksi
Rabu, 02 Juli 2025

"foto anggota satpolair polres jember saat pencarian"


JEMBER – Kabarselatan.Com
 Enam orang nelayan asal Kabupaten Jember dilaporkan hilang kontak sejak Jumat, 27 Juni 2025, setelah berangkat melaut dari Pelabuhan Puger menggunakan kapal jaring bernama Sinar. Mereka diduga menuju perairan timur, antara Pantai Puger hingga Watu Ulo.


Rombongan nelayan tersebut terdiri dari satu orang nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK). Berdasarkan keterangan keluarga, mereka terakhir kali diketahui telah melewati Plawangan Pancer Puger. Namun setelah itu, tidak ada lagi kabar maupun sinyal komunikasi yang diterima.


Hingga Selasa, 1 Juli 2025, seluruh nomor telepon milik para nelayan tersebut tidak dapat dihubungi. Merasa cemas, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Jember.


Satpolair segera merespons laporan dengan berkoordinasi bersama TNI AL Pos Puger, Basarnas Jember, serta relawan setempat untuk melakukan pencarian. Tim gabungan pun langsung dikerahkan ke titik-titik yang diduga menjadi jalur pelayaran kapal Sinar.


Identitas enam nelayan yang dilaporkan hilang adalah sebagai berikut:


Mistawi (64), nakhoda kapal, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger

Bahroji (71), ABK, warga Dusun Krajan, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger

Zainul Arifin (55), ABK, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung

Ahmad Basori (35), ABK, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung

Daim (65), ABK, warga Desa Karang Duren, Kecamatan Balung

Warsito (67), ABK, warga Desa Bagon, Kecamatan Puger


Upaya pencarian difokuskan pada wilayah perairan sekitar breakwater Pelabuhan Puger hingga ke arah Pantai Payangan.


Tim gabungan dari Satpolair, TNI AL, Basarnas, serta para relawan bahu-membahu melakukan penyisiran laut dengan harapan dapat menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun para kru.


Namun, pencarian mengalami kendala akibat kondisi cuaca ekstrem di wilayah selatan. Angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras membuat proses penyisiran laut menjadi lebih sulit dan berisiko.


Pihak kepolisian bersama tim pencari mengimbau kepada para nelayan lain atau masyarakat pesisir yang menemukan petunjuk terkait kapal Sinar atau keenam nelayan tersebut agar segera melapor kepada petugas terdekat.


Sampai berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Seluruh pihak berharap keenam nelayan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (*)